Selamat Datang Di Ruang Imaji

Selamat Datang di Ruang Imaji. Silahkan di baca dan tinggalkan tanggapan, jangan lupa join ya. Terimakasih sudah berkunjung.

Senin, 26 Maret 2012

Bingkisan Dunia


Hari menyorong waktu
Menggelintir sajian dunia
Bingkisan ayat syahadat
Shalawat
Terlukis dilembar usang
Bibir membuka tirai nada
Melantun semarak senandung ayat-ayat
Jiwa
Indah menyusup dengar
Terharu kalbu 
Rindu gumam asmaNya

Jantung hati berdetak laju
Darah-darah mengalir deras
Saraf mengendur
Sesal demi sesal tercurah
Membanjiri dataran dosa

Syahdu nafasMu
Luluhkan sejuta mahluk
Untuk kembali merangkul imanMu


Jumat, 23 Maret 2012

Nasib


Saat mentari berlaga
   Butir keringat tercucur
   Panas kerontang menjulur
Demi segelintir hidup diesok hari
Menyuap lambung agar tak bernyanyi
Basah tenggorokan agar tak kemarau

Keras dunia
    Mengadu hidup
        Menghunjam batin 
             Menukik pedas nasib

Jilatan derita
  Mengalir deras diperaduan
      Bangkit atau karam
Jadi tandingan
         di dunia belaka
Yang cepat akan nikmat
Yang lambat akan melarat
Berkarat



Rinai Mu

Rinai Mu sertai Jum'at
Kala raja binar menyongsong hari
Engkau teduhkan kemudian
Jatuhkan rahmat dan karunia mulia
Jum'at tidak menangis
Justru menyerukan rezeki
Walau sang guntur ikut membagi

Jum'at mulia
Nafas-nafas iman menderu
mengisak tangis sesal
Sisihkan hati kelam buta
Hilangkan guratan hina di dalamnya
Biarlah rinai gencar deras
Basahi bumi hati
Dari segala tikaman yang membunuh diri


Kamis, 22 Maret 2012

Wanita Kupu-Kupu


Terlukis rasa

Diantara kupu-kupu

Warna yang berbeda

Membuat gusarku hilang diterka kelam

Penantian bisu mencagak gundah

Menjilat sutra putih dibadan kata

Kupu-kupu mencumbuku

Agar senyum menyisir bibir

Agar rampai sedih menggulung makna


Terbang bersama kupu-kupu

Luluhkan kelam 

Meniti warna-warni

Bahagia

Aku wanita kupu-kupu

Berusaha bangkit 

Tinggalkan suram

Tapi aku

Bukan wanita kupu-kupu malam






Dering Kata


Malam mulai jarang menyapa
Dering kata sepi
Menegur
Desiran kabar tertepis oleh gelisah
Takut tergusur
Takut hilang
Jangan sampai

Keadaan memang lagi menyibukkan waktu
Menguras semangat berkata-kata
Ya, jauh di sana tetap terlihat
Lelahnya meraut wajah

Kisah malam
Akan memuai lagi
Menghamparkan senyum bahagia
Memberi warna-warni kata
Di jalan kisah kita



Selasa, 20 Maret 2012

Tanpa Rembulan


Malam bersama awan hujan
Rembulan membungkam
Setitik sinar ingin merangkul kisah
tapi tak bisa

Bintang mengendap dikelam malam
Tersisih hitam awan
Mencipta kelam
Suram
Buram
Sepi malam tanpa rembulan





Ajal


Terhirup janji bulan
Terhendap embun hitam
Tutupi pancarnya
Suram malam selasa


Di lautan masa
Ruang istirahat kekal
Dipadati kerumunan nafas mengiring doa
Cucuran duka basahi mulus wajahnya
Tak dikira
Ajal memang begitu
Jemput jasad dengan sesaat


Ternyata

Terlantar dalam tanya
Menunggu barisan kata terukir waktu
Terkira bergayut di alam mimpi
Ternyata terjaga di arungan cahaya

Malam menikam lelap
Hingga pikir tak lagi terpikir

Punah


Dalam malam sendu
Sepi menyayat rasa
Sendiri
Yang tak lepas dari bayang
Semu
Langkah harap
Luluhkan pacuku disana
Kilasan mimpi membaur
Sejatinya
Seraut kisah membius
Resah

Jelmaan kisah
Usir nafas sutra dengan senyum
Perlahan
Pasti
Menusuk sanubari
Membekas duri

Sudahlah : masaku punah
ditelan kelam
Biarkan kelam jadi teman
Agar terang lepas tawa 
dibalik derita




Hilang


Desir kata
Lambaikan ketenangan
Tumpahan air mata
Tak basahi raga
Riuh pikuk zaman
Merangkak dibenak nestapanya

Suci
   Tak lagi diperhitungkan

Alam pikir tenggelam
   Hilang terang
Nikmat dunia,
       Nikmat sengsara


AKU YANG TERNODA 2

Entah mengapa 
Carut marut hidup terus berguling
Menista hati ke tanah nafsu
Menjungkirbalikkan niat
Menggayungkan kembali dijanji yang terlena
Setan-setan tertawa
Berdendang menyemarak
Suntik naluri
Penjarakan raga dinoda kelam
Aku bisa gila
Sempoa usia kian memahat mati
Lubang neraka siap melahap dosa
Dunia menggilas iman
Surgaku hilang
Di tapak nafsu 

AKU YANG TERNODA

Belati usia bergayut dinaluri
Sepenggal janji terlena
Tak gelisah
Senyap hari memasung pikir
Senyum setan
berkemah dibibir basah
Berjejer
merangkai pasukan

Terpaku ditanah nafsu
Aku
Ingin beranjak
Pergi
Bahkan hilang dari gulita
kebodohan
Sangkar dosa ini
Akan membunuh
Mengirimku
Ke kerak neraka

Aku
Nafas yang ternoda
Tergiring nikmat kematian
Tuhan
Aku rindu pangkuan-Mu